SUKABUMI – Pelita Jagat News. Di ruang hemodialisis RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, bukan hanya proses medis yang berlangsung. Di balik deru mesin pencuci darah, tersimpan kisah tentang doa, ketabahan, serta ikatan emosional yang tumbuh antara perawat dan pasien.
Setiap hari, ruang tindakan itu menjadi saksi perjuangan para pasien yang menjalani terapi rutin. Namun, lebih dari sekadar pelayanan kesehatan, tercipta kebersamaan yang lahir dari rutinitas panjang dan interaksi penuh empati.
Di tengah prosedur medis yang kerap melelahkan, sapaan hangat dan senyum tulus para perawat menjadi energi tambahan bagi pasien. Tangan yang digenggam lebih erat, perhatian yang konsisten, serta komunikasi yang menenangkan menjadikan ruang hemodialisis terasa seperti rumah kedua bagi sebagian pasien.
“Hubungan yang terjalin bukan sekadar profesional antara tenaga kesehatan dan pasien, melainkan seperti keluarga yang saling menjaga,” ungkap salah seorang perawat di sela-sela tugasnya.
Hari demi hari dilalui bersama. Ada cerita tentang keluarga, tentang kekhawatiran yang perlahan berubah menjadi keberanian, serta tentang harapan yang terus dipelihara. Dalam proses itu, pasien tidak hanya menerima perawatan medis, tetapi juga dukungan moral yang memperkuat mental dan semangat mereka.
Para perawat pun mengaku banyak belajar dari ketabahan pasien. Kesabaran dan kekuatan yang ditunjukkan para pejuang hemodialisis menjadi inspirasi tersendiri dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Manajemen rumah sakit menegaskan bahwa pelayanan hemodialisis tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga pada pendekatan humanis. Pendampingan yang sabar, tulus, dan penuh empati menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Di ruang itulah harapan terus dijaga. Setiap proses diyakini sebagai jalan kebaikan, setiap lelah menjadi ladang pahala, dan setiap langkah diiringi doa agar kesehatan serta ketenangan senantiasa menyertai.
Karena di ruang hemodialisis itu, tak seorang pun berjalan sendiri. Mereka saling menguatkan, saling mendoakan, dan saling percaya bahwa selalu ada harapan dalam setiap perjuangan.
(Sukma)





