Headlines

SDN 2 Purabaya Tanamkan Jiwa Wirausaha Sejak Dini, Siswa Belajar Mandiri, Berkolaborasi, dan Berkarya dengan Gembira

WhatsApp Image 2026 10 17 at 09.55.27 1

Sukabumi — Pelita Jagat News. Pendidikan tidak hanya mengajarkan siswa membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan hidup yang bermanfaat bagi masa depan. Semangat inilah yang dikembangkan SDN 2 Purabaya, Kabupaten Sukabumi, melalui pelaksanaan pembelajaran kokurikuler bertema Wirausaha Muda bagi siswa Fase C, yakni kelas V Jenderal Soedirman dan kelas VI Soekarno.

Mengusung semangat “Belajar Berwirausaha, Berkarya dengan Gembira”, kegiatan ini diarahkan untuk menumbuhkan kemandirian, kemampuan berkolaborasi, serta keterampilan komunikasi siswa melalui pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep kewirausahaan secara teori, tetapi juga belajar mengenali potensi diri, mengembangkan kreativitas, menyusun gagasan, bekerja sama dengan teman, serta menyampaikan ide secara percaya diri.

Kegiatan kokurikuler ini menjadi salah satu upaya sekolah untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.

WhatsApp Image 2026 10 17 at 09.55.26

Kepala SDN 2 Purabaya, Rusli Fahmi, S.Pd.I., M.G., menyampaikan bahwa pendidikan kewirausahaan sejak usia sekolah dasar memiliki nilai penting sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi kehidupan di masa mendatang.

Menurutnya, pembelajaran tidak semestinya berhenti pada pencapaian akademik, tetapi perlu memberikan ruang kepada peserta didik untuk berlatih mengambil keputusan, bertanggung jawab, berkomunikasi, dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.

“Melalui kegiatan kokurikuler bertema Wirausaha Muda ini, kami ingin anak-anak belajar menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama. Kami berharap pengalaman yang mereka peroleh di sekolah dapat menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari, baik sekarang maupun ketika mereka tumbuh dewasa,” ujar Rusli Fahmi.

WhatsApp Image 2026 10 17 at 09.55.26 2

Ia menambahkan, semangat berwirausaha yang ditanamkan kepada siswa bukan semata-mata tentang bagaimana menghasilkan uang atau menjual suatu produk. Lebih dari itu, anak-anak perlu memahami nilai kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, tanggung jawab, serta kemampuan menghargai ide dan pendapat orang lain.

“Yang terpenting bukan hanya hasil akhirnya, melainkan proses belajar yang dijalani anak-anak. Mereka belajar merencanakan sesuatu, membagi tugas, menyampaikan pendapat, menghargai teman, dan berani mencoba. Jika mengalami kesulitan, mereka juga belajar mencari solusi. Nilai-nilai inilah yang ingin kami tumbuhkan sejak dini,” tuturnya.

Selaras dengan Penguatan Karakter dan Keterampilan Hidup

Pelaksanaan pembelajaran kokurikuler tersebut sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional yang menekankan penguatan kompetensi, karakter, dan pengalaman belajar yang bermakna.

Dalam kerangka kebijakan kurikulum nasional, kegiatan kokurikuler merupakan bagian dari proses pendidikan yang mendukung pencapaian kompetensi serta penguatan karakter peserta didik melalui pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan nyata.

Pengembangannya perlu memperhatikan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta prinsip pembelajaran yang aman, inklusif, dan sesuai tahap perkembangan anak. Kegiatan juga perlu dirancang agar siswa memperoleh kesempatan berpartisipasi secara aktif, bukan sekadar menjadi pelaksana instruksi.

WhatsApp Image 2026 10 17 at 09.55.26 1 1

Tema Wirausaha Muda memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan dimensi kemandirian, kolaborasi, dan komunikasi secara terpadu.

Kemandirian dapat dilatih melalui keberanian mencoba, menyelesaikan tugas, dan bertanggung jawab atas keputusan. Kolaborasi tumbuh ketika siswa bekerja dalam kelompok, berbagi peran, serta menghargai kontribusi setiap anggota. Sementara itu, kemampuan komunikasi berkembang ketika siswa belajar menyampaikan gagasan, mendengarkan orang lain, dan mempresentasikan hasil karyanya.

Dengan pendekatan tersebut, pendidikan kewirausahaan tidak hanya berorientasi pada keterampilan ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan kecakapan hidup.

Sekolah Menyiapkan Generasi yang Siap Menghadapi Masa Depan

Bagi siswa sekolah dasar, pengalaman belajar yang menyenangkan dan melibatkan praktik langsung dapat menjadi kesempatan untuk mengenali kemampuan diri sekaligus membangun rasa percaya diri.

Karena itu, keberhasilan kegiatan kokurikuler tidak semata-mata diukur dari produk atau karya yang dihasilkan siswa. Proses pembelajaran, keterlibatan setiap anak, kemampuan bekerja sama, kejujuran, serta perkembangan sikap mandiri juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Sekolah dan guru memiliki peran dalam memberikan pendampingan, memastikan setiap siswa memperoleh kesempatan belajar yang setara, serta melakukan refleksi dan evaluasi terhadap pengalaman yang telah dijalani.

WhatsApp Image 2026 10 17 at 09.55.27

Melalui pembelajaran bertema Wirausaha Muda, SDN 2 Purabaya diharapkan dapat terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk generasi muda yang berkarakter, adaptif, kreatif, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan.

Semangat Belajar Berwirausaha, Berkarya dengan Gembira menjadi pengingat bahwa langkah kecil yang dilakukan anak-anak di bangku sekolah dapat menjadi awal tumbuhnya kemandirian, kepedulian, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

(Sukma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *