Sumenep – Pelita Jagat News. Kepulauan Kangean kembali menjadi sorotan. Hingga Selasa, 7 April 2026, masih banyak lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta, yang belum merasakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan di kalangan pelajar yang seharusnya mendapatkan hak yang sama.
Sejumlah sekolah dasar di wilayah Kangean dilaporkan belum tersentuh program tersebut, di antaranya SD di wilayah Gelaman serta beberapa SD di kawasan Angkatan yang hingga kini belum menerima distribusi makanan bergizi bagi para siswa.
Padahal, program MBG digagas untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia tanpa terkecuali. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa implementasinya belum merata, khususnya di wilayah kepulauan seperti Kangean.
Ironisnya, di saat sebagian siswa di daerah lain setiap hari menikmati makanan bergizi secara gratis, siswa di Kangean hanya bisa mendengar tanpa pernah merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Hal ini menimbulkan rasa ketidakadilan di tengah semangat pemerataan pendidikan dan kesejahteraan anak.
Para wali murid pun mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal program nasional tersebut. Mereka berharap adanya perhatian khusus agar anak-anak mereka tidak terus tertinggal dibandingkan dengan daerah lain.
Jika pelaksanaan MBG menjadi tanggung jawab Badan Gizi Nasional, maka seharusnya ada koordinasi yang lebih intens dengan pemerintah daerah agar distribusi program dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil seperti Kepulauan Kangean.
Pemerintah daerah diharapkan tidak tinggal diam. Diperlukan langkah konkret, mulai dari pendataan sekolah yang belum tersentuh hingga percepatan distribusi program agar tidak terjadi kesenjangan yang berkepanjangan.
Selain itu, transparansi dalam pelaksanaan program juga menjadi hal penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana progres MBG di wilayah mereka. Hal ini sekaligus menjadi bentuk akuntabilitas kepada publik.
Dengan kondisi saat ini, desakan kepada pemerintah daerah dan instansi terkait semakin menguat. Masyarakat berharap seluruh siswa di Kepulauan Kangean dapat merasakan manfaat program MBG secara merata, tanpa adanya perbedaan perlakuan.
Program yang bertujuan mulia ini akan lebih bermakna apabila benar-benar dirasakan oleh seluruh anak bangsa, termasuk mereka yang berada di wilayah kepulauan.
(Tim)





