Headlines

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Bupati Sukabumi Bersama Warga Bersihkan Sungai Cipalabuhan Pasca Banjir Bandang

IMG 20250308 WA0243 1 e1741436777854

Sukabumi – Pelita Jagat News. Sabtu, 8 Maret 2025. Setelah terjadinya bencana banjir bandang yang melanda wilayah Palabuhanratu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunjukkan aksi kepedulian yang luar biasa dengan turun langsung ke Sungai Cipalabuhan. Bersama Bupati Sukabumi Asep Japar, Kapolres Sukabumi AKBP Samian, dan Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi Letkol Kav Andhi Ardana Valeriandra Putra, Dedi Mulyadi terjun ke sungai untuk membersihkan tumpukan sampah yang menghambat aliran air di kawasan Dermaga Satu Palabuhan Perikanan Nusantara (PPNP) Palabuhanratu, Sabtu (8/3/2025).

Aksi ini merupakan respon cepat Gubernur terhadap dampak banjir yang melanda daerah tersebut. Dedi Mulyadi, tanpa ragu, terjun langsung ke dalam air hingga terendam untuk mengangkat sampah-sampah yang terjebak di bawah jembatan. Sampah-sampah ini terbawa arus deras saat banjir dan menumpuk di area tersebut, menghambat kelancaran aliran sungai.

Tak hanya Gubernur Dedi Mulyadi, sejumlah pejabat daerah dan warga setempat turut serta dalam aksi bersih-bersih ini. Selain Bupati Sukabumi, Kapolres, dan Dandim, tampak pula sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten Sukabumi serta masyarakat sekitar yang bahu-membahu membersihkan sampah di sungai. Aksi gotong royong ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan dan mencegah terjadinya bencana serupa di masa mendatang.

“Ini bukan sekadar memantau, tetapi saya ingin ikut membantu. Saya ingin meringankan beban yang ada di sini. Bencana ini adalah beban kita semua,” ujar Dedi Mulyadi dengan semangat di Sungai Cipalabuhan. Ia menegaskan bahwa pembersihan sungai adalah langkah awal untuk mengatasi dampak banjir bandang yang telah merusak banyak rumah dan infrastruktur di sekitar aliran sungai.

Dedi Mulyadi juga mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan banjir bandang dan kerusakan parah di sekitar Sungai Cipalabuhan. Menurutnya, ada beberapa masalah yang perlu segera diperbaiki untuk mencegah kejadian serupa. Salah satunya adalah pendangkalan sungai yang menghalangi aliran air. Selain itu, Dedi menyebutkan bahwa jembatan di Dermaga Palabuhanratu yang terletak di atas aliran sungai juga menjadi faktor penyebab. Bentuk jembatan yang lurus tidak memadai untuk mengalirkan air dengan lancar, sehingga jembatan tersebut akan dibongkar dan dibangun kembali dengan bentuk yang lebih melengkung untuk mengatasi masalah ini.

“Jembatannya lurus, nanti akan saya bongkar dan bangun yang baru dengan bentuk melengkung. Selain itu, masalah sampah yang dibuang sembarangan ke sungai juga harus diperhatikan. Jangan lupa, kerusakan hutan dan penebangan pohon yang tidak terkendali juga menjadi faktor penyumbang bencana ini,” ujar Dedi Mulyadi dengan tegas.

Sementara itu, Cecep Supriadi, Kasi Penegakan Perda Satpol PP Sukabumi, menyampaikan apresiasinya terhadap Gubernur Dedi Mulyadi yang langsung terjun ke lapangan. Ia berharap aksi nyata ini dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan menjaga kelestarian sungai.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Pak Gubernur yang langsung terjun ke lapangan. Semoga ini menjadi momentum yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan mencegah terjadinya bencana serupa di masa depan,” ungkap Cecep.

Aksi ini bukan hanya sekadar membersihkan sungai, tetapi juga merupakan panggilan untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan alam yang lebih parah di masa depan. Dengan semangat gotong royong, diharapkan masyarakat dan pemerintah dapat bekerja sama dalam upaya pencegahan bencana dan pemulihan wilayah pasca-banjir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *