Headlines

Rumah Aspirasi Bupati Lebak Disegel, Muncul Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan

WhatsApp Image 2026 03 10 at 23.11.51

LEBAK — Pelita Jagat News. Rumah Aspirasi milik Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Desa Kadu Agung Timur, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, disegel pada Selasa (10/3/2026).

Penyegelan dilakukan oleh tim yang diutus tokoh masyarakat Lebak, Mulyadi Jayabaya. Akses masuk ke bangunan tersebut ditutup dengan gembok di gerbang utama serta ditempeli kertas bertuliskan “Ditutup”.

Mulyadi Jayabaya yang akrab disapa JB membenarkan langkah penutupan tersebut. Menurutnya, tindakan itu dilakukan setelah muncul dugaan bahwa rumah aspirasi tersebut dimanfaatkan sebagai lokasi praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak.

“Benar ditutup karena diduga jadi tempat jual beli jabatan,” kata JB saat dikonfirmasi, Selasa (10/3/2026).

Ia menegaskan, keputusan penyegelan dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kekhawatiran masyarakat terkait dugaan praktik yang dinilai mencederai tata kelola pemerintahan daerah.

Menurut JB, rumah aspirasi tersebut juga kerap didatangi sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah daerah.

“Pejabat sering datang ke rumah aspirasi,” ujarnya.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Lebak maupun dari Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, terkait tudingan tersebut.

Di sisi lain, pihak relawan Rumah Aspirasi memberikan penjelasan berbeda mengenai penutupan bangunan itu.

Relawan Rumah Aspirasi, Badriyudin, menyebut bahwa pengosongan bangunan sebenarnya telah direncanakan sejak lama karena lokasi tersebut akan disewakan kepada pihak perbankan.

“Sudah diminta dikosongkan sejak lama, karena rencananya akan disewa oleh bank,” ujarnya.

Badriyudin juga membantah keras tudingan yang menyebut rumah aspirasi menjadi lokasi praktik jual beli jabatan.

“Tidak ada jual beli jabatan di sana, itu tidak benar,” tegasnya.

Peristiwa penyegelan ini memunculkan perhatian publik di Kabupaten Lebak, terutama terkait transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pemerintahan daerah. Hingga kini, masyarakat masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait untuk memastikan kebenaran dugaan yang beredar.

Sp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *