SUKABUMI – Pelita Jagat News. Pelayanan farmasi di RSUD Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi, kembali dikeluhkan pasien. Sejumlah pasien mengaku harus menunggu pengambilan obat hingga 3 jam di loket BSI/Farmasi.
Keluhan tersebut disampaikan dua pasien, Ayu (32), warga Kampung Warung Kiara, Desa Warung Kiara, Kecamatan Warung Kiara, dan Munaroh (37), warga Stasiun KA, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda.
Menurut mereka, antrean sangat panjang dan tidak sebanding dengan kecepatan pelayanan.
“Sangat disayangkan pelayanan obat sangat lambat, harus menunggu selama 3 jam. Seharusnya petugas farmasi ditambah, apalagi jumlah loket pelayanan ada 3 ruang, tapi yang melayani lambat,” ujar Ayu dan Munaroh saat ditemui, Rabu (22/7/2026), di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi.
Mereka berharap manajemen RSUD Sekarwangi segera berbenah. Penambahan tenaga farmasi dan optimalisasi tiga loket yang ada dinilai menjadi solusi agar pasien, terutama pasien lanjut usia dan pasien rujukan dari lokasi yang jauh, tidak terlalu lama menunggu setelah berobat.

Tanggapan Wakil Direktur RSUD Sekarwangi
Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Direktur RSUD Sekarwangi, Luki Mufhty, menyampaikan terima kasih atas informasi yang disampaikan masyarakat.
“Pertama-tama kami sampaikan terima kasih atas informasi yang diberikan. Tentunya setiap informasi yang kami dapatkan akan kami verifikasi untuk mendapatkan masukan guna peningkatan pelayanan kepada pasien,” ujar Luki.
Luki menjelaskan, lamanya waktu tunggu bisa terjadi terutama pada jam-jam sibuk.
“Lamanya waktu menunggu pelayanan pasien bisa saja terjadi terutama pada saat jam-jam sibuk antara pukul 10.00 sampai 12.00, karena bersamaan masuknya resep dari pasien-pasien poli rawat jalan yang telah selesai pemeriksaan. Faktor lain, kemungkinan petugas kami memerlukan konfirmasi ulang ke dokter terkait resep, terutama untuk pasien-pasien kronis. Tentu saja hal ini memerlukan waktu tambahan,” jelasnya.
Untuk mengatasi antrean panjang, pihak RSUD Sekarwangi mengaku sudah menyiapkan beberapa langkah.
“Untuk mengatasi hal tersebut kami berusaha melakukan pengaturan SDM farmasi, terutama di waktu jam sibuk. Juga kami sedang membangun suatu aplikasi e-resep yang terhubung ke instalasi farmasi sehingga diharapkan dapat memangkas waktu pelayanan,” tambah Luki.
Selain itu, lanjut Luki, RSUD Sekarwangi juga telah menjalin kerja sama dengan operator jasa pengantaran obat.
“Kami juga sudah bekerja sama dengan operator jasa pengantaran obat sehingga pasien dapat langsung pulang tanpa harus menunggu antrean karena obat akan dikirim ke alamat rumah pasien,” pungkasnya.
(Haddy Cader)





