Headlines

Menekan Kenakalan Remaja, FGD Satukan Polri dan Dunia Pendidikan

476845177 1016729540488884 1963620383178040450 n

Sukabumi – Pelita Jagat News. Rabu, 12 Februari 2025. Gedung GISBH, Kecamatan Cikakak, menjadi saksi diskusi mendalam antara Polri, pemerintah, dan dunia pendidikan pada Rabu (12/2/2025). Polres Sukabumi menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mencari solusi terhadap maraknya kenakalan remaja yang belakangan semakin mengkhawatirkan. Suasana penuh antusiasme dan kepedulian terasa di ruangan, seiring hadirnya berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami, Forkopimda, lembaga pendidikan, serta organisasi masyarakat.

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, membuka diskusi dengan menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun karakter generasi muda. Baginya, tantangan yang dihadapi pelajar saat ini bukan hanya kemajuan teknologi, tetapi juga ancaman kenakalan remaja yang semakin kompleks.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak kita tumbuh dengan karakter yang kuat, patriotisme, dan idealisme yang baik. Masa depan mereka adalah masa depan bangsa,” katanya dengan penuh keyakinan.

Menurutnya, banyak kasus kenakalan remaja bermula dari masalah internal keluarga, seperti broken home. Oleh karena itu, diskusi ini diharapkan dapat merumuskan langkah-langkah konkret dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi para pelajar.

“Kami tidak hanya ingin berbicara teori, tetapi mencari solusi yang benar-benar bisa diterapkan di lapangan. Pencegahan kenakalan remaja harus berbasis pada pendekatan yang tepat dan terarah,” tambahnya.

Dalam diskusi ini, berbagai peserta menyampaikan pendapat dan strategi dalam menekan perilaku menyimpang di kalangan remaja. Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, secara khusus menyoroti pengaruh geng motor yang semakin meresahkan masyarakat dan berkontribusi pada meningkatnya kenakalan remaja.

“Geng motor bukan hanya sekadar kelompok berkendara, tetapi banyak di antaranya yang menjadi tempat berkembangnya budaya negatif di kalangan remaja. Kita harus bertindak cepat sebelum dampaknya semakin luas,” ujar Marwan.

Diskusi berlangsung dinamis, dengan berbagai usulan yang mengarah pada peningkatan pengawasan di lingkungan sekolah, edukasi karakter sejak dini, serta peningkatan peran keluarga dalam pembentukan mental anak. Pada akhir acara, para peserta sepakat bahwa sinergi antara Polri, pemerintah, sekolah, dan masyarakat harus terus diperkuat agar upaya menekan kenakalan remaja dapat berjalan maksimal.

Dengan semangat kolaborasi yang tinggi, FGD ini diharapkan menjadi titik awal perubahan yang nyata bagi generasi muda di Kabupaten Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *