Sukabumi – Pelita Jagat News, Senin, 15 Desember 2025. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, SH., MM, secara resmi membuka kegiatan penanaman pohon bertema “Lingkungan Berkelanjutan” yang dilaksanakan di Bantaran Sungai Cipamatutan, Kampung Sirna Bakti RT 51/21, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, pada Minggu (14/12/2025).
Kegiatan penanaman pohon ini digagas oleh Jaringan Nasional (Jarnas) Pemuda Hijau Sukabumi sebagai bagian dari upaya mendorong kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. Aksi tersebut melibatkan berbagai elemen, mulai dari anak-anak sekolah hingga warga setempat yang turut ambil bagian dalam kegiatan penghijauan di kawasan bantaran sungai.
Ketua Jaringan Nasional Pemuda Hijau, Dr. Geborlak, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menjaga dan merawat lingkungan. Menurutnya, penanaman pohon bukan hanya kegiatan sesaat, melainkan sebuah gerakan yang diharapkan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak sekolah tentang pentingnya menjaga lingkungan. Harapannya, gerakan menanam pohon ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa terus berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Jarnas Pemuda Hijau atas inisiasi kegiatan penanaman pohon tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak dapat dipandang sebagai sekadar seremoni belaka.

“Penanaman pohon bukanlah sekadar aktivitas simbolik. Tetapi tersimpan harapan akan keseimbangan alam, perlindungan sumber daya air, pencegahan bencana, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ungkap Sekda.
Lebih lanjut, Ade Suryaman menekankan bahwa aksi hijau seperti ini memiliki arti yang sangat penting bagi Kabupaten Sukabumi, mengingat wilayah tersebut menghadapi tantangan kebencanaan yang cukup besar. Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2024, dari total 47 kecamatan yang ada, sebanyak 39 kecamatan ditetapkan dalam status tanggap darurat bencana. Kondisi tersebut menjadikan Kabupaten Sukabumi sebagai daerah dengan peringkat pertama tingkat kebencanaan di Jawa Barat.
“Oleh karena itu, perlu dukungan semua pihak. Kolaborasi dari pemerintah pusat, dari Jarnas, dan dari yayasan, bisa terwujud di sini,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah pejabat dan unsur perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Disbudpora, DPMD, Bakesbangpol, Kepala Bagian SDA, serta Camat Parungkuda, yang bersama-sama mendukung terlaksananya aksi penanaman pohon untuk lingkungan berkelanjutan. (MP)





