Jakarta — Pelita Jagat News. Pemerintah Arab Saudi mempercepat berbagai proyek pengembangan di kawasan situs suci Makkah sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah. Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, melakukan inspeksi langsung ke sejumlah proyek strategis di kawasan Masyair untuk memastikan kesiapan layanan bagi jutaan jemaah dari seluruh dunia.
Kunjungan lapangan tersebut difokuskan pada pemantauan progres pembangunan sekaligus evaluasi kesiapan sistem operasional menjelang musim haji mendatang.
Dalam agenda inspeksi tersebut, Al-Rabiah meninjau pembangunan Emergency Hospital Project – Phase Two, yakni fasilitas kesehatan dengan kapasitas hingga 400 tempat tidur yang dirancang untuk memperkuat sistem layanan medis selama musim haji.
Rumah sakit darurat tersebut dikembangkan oleh Kidana Development Company yang berada di bawah koordinasi Royal Commission for Makkah City and Holy Sites.
Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan respons medis terhadap kondisi darurat, termasuk penanganan penyakit akibat kelelahan, dehidrasi, hingga dampak suhu ekstrem yang kerap terjadi selama musim haji.
Selain sektor kesehatan, pemerintah Arab Saudi juga mengembangkan proyek humanization of the holy sites yang berfokus pada peningkatan kualitas tata ruang di kawasan suci.
Program ini bertujuan menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih luas, fleksibel, dan ramah bagi jemaah. Pengembangan tersebut mencakup perbaikan lanskap kawasan, penghilangan distorsi visual, serta penerapan teknologi pintar guna menciptakan sistem layanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi modernisasi pengelolaan kawasan suci di sekitar Makkah.
Dalam kunjungan tersebut, Al-Rabiah juga meninjau proyek pilgrims’ rest areas, yaitu pembangunan area istirahat bagi jemaah di sepanjang jalur pejalan kaki.
Pada tahap kedua proyek ini, pemerintah Arab Saudi membangun fasilitas duduk khusus yang dilengkapi struktur peneduh modern, kipas pendingin, serta unit komersial untuk menunjang kebutuhan jemaah.
Selain itu, jalur pejalan kaki dan layanan pendukung juga akan ditingkatkan di area seluas sekitar 36.000 meter persegi.
Tahap kedua ini merupakan kelanjutan dari fase pertama yang telah diterapkan pada musim haji 1446 Hijriah dengan cakupan sekitar 30.000 meter persegi.
Suhu ekstrem menjadi salah satu tantangan utama penyelenggaraan haji dalam beberapa tahun terakhir. Untuk itu, pemerintah Arab Saudi juga mengembangkan proyek mitigasi stres panas di kawasan sekitar Jabal Al-Rahmah di wilayah Arafah.
Proyek tersebut dirancang untuk mengurangi dampak suhu tinggi melalui pendekatan teknik dan lingkungan yang mampu meningkatkan kenyamanan jemaah.
Langkah serupa juga diterapkan di plaza sekitar Masjid Namirah yang menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian ibadah haji.
Selain peningkatan infrastruktur, Al-Rabiah juga meninjau sejumlah lokasi yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman interaktif bagi para pengunjung.
Lokasi-lokasi tersebut menyajikan konten berbasis pengetahuan dan budaya yang menampilkan sejarah, nilai kemanusiaan, serta dimensi spiritual dari kawasan suci. Dengan pendekatan tersebut, pengalaman jemaah selama menjalankan ibadah haji diharapkan menjadi lebih bermakna.
Langkah percepatan pembangunan ini menjadi bagian dari upaya Arab Saudi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan jutaan jemaah yang diperkirakan akan kembali memadati kawasan suci pada musim haji 1447 Hijriah.
(SP)





