SUMENEP – Pelita Jagat News. Seorang warga lanjut usia ditemukan meninggal dunia di jalan desa yang berada di Dusun Kopao, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Korban diketahui bernama SA’OM (80), seorang petani asal Dusun Aeng Nyior, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.
Kapolsek Bluto, AKP Agus Sugito, S.H., M.H., mengatakan penemuan korban bermula ketika usai melaksanakan salat Ashar, korban berangkat menuju ladangnya untuk mengambil kayu. Dalam perjalanan, korban sempat disapa oleh seorang warga bernama Akwar yang mengajaknya singgah ke rumahnya. Namun, korban menyampaikan sedang terburu-buru dan melanjutkan perjalanan menuju ladang.
Tidak lama kemudian, saksi Mujahriyanto yang sedang mencari rumput melihat seorang pria dalam kondisi roboh di jalan aspal di samping sepeda motornya. Karena tidak mengenali korban, saksi kemudian memanggil Sudirman untuk memastikan identitas orang tersebut. Setelah dicek, diketahui bahwa pria tersebut adalah SA’OM.

Mengetahui kejadian tersebut, warga kemudian melaporkan kepada Kepala Desa Lobuk yang selanjutnya menghubungi Polsek Bluto dan pihak puskesmas. Petugas kepolisian bersama tenaga kesehatan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, korban kemudian dievakuasi bersama warga ke rumah saudara kandungnya, Rusniah. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit asma atau sesak napas.
Kapolsek Bluto bersama anggota yang mendatangi lokasi kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab meninggalnya korban.

Pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan meyakini bahwa korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Keluarga juga menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah dan telah membuat pernyataan resmi.
“Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat sakit asma atau sesak napas. Keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” ujar Kapolsek Bluto, AKP Agus Sugito, S.H., M.H.
Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian berlangsung aman dan kondusif.
(MP)





