Headlines

Banjir Bandang Rendam 35 Rumah di Cianjur, Satu Rumah Jebol; Pendangkalan Sungai Disorot

WhatsApp Image 2026 05 02 at 09.54.09

CIANJUR — Pelita Jagat News. Banjir bandang merendam sedikitnya 35 rumah warga di Kampung Cibolang, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, selama dua hari berturut-turut sejak Jumat (1/5). Peristiwa ini tidak hanya memaksa lebih dari 60 kepala keluarga mengungsi, tetapi juga menyebabkan satu rumah rusak parah setelah bagian belakangnya jebol diterjang arus deras.

Banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. Awalnya, ketinggian air dilaporkan sekitar 30 sentimeter, namun menjelang petang meningkat drastis hingga lebih dari 1,5 meter disertai arus yang kuat. Kondisi ini membuat warga tidak sempat menyelamatkan banyak barang dan memilih mengungsi demi keselamatan.

Kepala Desa Jamali, Cece Rusmana, mengungkapkan bahwa luapan sungai mulai terjadi sejak sore hari dan terus memburuk saat malam tiba. “Awalnya masih rendah, tapi menjelang magrib air naik cepat dan arusnya sangat deras,” ujarnya.

Fenomena banjir bandang di wilayah yang selama ini relatif aman dari genangan menjadi perhatian serius. Pemerintah desa menduga penyebab utama adalah pendangkalan sungai di sekitar permukiman warga, yang mengurangi kapasitas tampung air saat hujan deras. “Puluhan tahun tidak pernah banjir, tapi dua hari ini terjadi. Sungai di dekat permukiman diduga mengalami pendangkalan,” kata Cece.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), termasuk minimnya upaya normalisasi sebagai langkah mitigasi jangka panjang. Tanpa penanganan yang tepat, potensi banjir serupa dikhawatirkan akan terus berulang.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Iwan Karyadi, memastikan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, PMI, dan relawan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Ia menyebutkan kondisi air saat ini mulai berangsur surut sehingga proses pembersihan material lumpur sudah dapat dilakukan. “Tim sudah di lokasi. Saat ini fokus pada pembersihan dan pemulihan pascabanjir,” ujarnya.

Polres Cianjur juga menurunkan tim tenaga kesehatan untuk memeriksa kondisi warga terdampak. Sejumlah warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar banjir selama dua hari. Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, menegaskan bahwa penanganan medis dilakukan secara langsung guna mencegah kondisi yang lebih serius. “Kami pastikan warga yang sakit segera ditangani agar tidak terjadi komplikasi,” katanya.

Selain layanan kesehatan, bantuan logistik telah disalurkan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa pengungsian. Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah juga berencana melakukan koordinasi untuk normalisasi sungai, termasuk pengerukan sedimentasi yang diduga menjadi pemicu utama banjir. “Kami akan dorong pengerukan sungai agar kapasitas aliran kembali normal saat hujan deras,” ujar Alexander.

Ketua PMI Kabupaten Cianjur, Ahmad Fikri, menyebutkan pihaknya telah mengerahkan belasan relawan untuk membantu evakuasi warga serta pembersihan rumah yang terdampak. “Kami fokus membantu warga agar bisa segera kembali ke rumah dengan aman,” ucapnya.

Peristiwa ini menegaskan pentingnya pengawasan berkala terhadap kondisi sungai dan infrastruktur pengendali banjir di wilayah rawan. Pendangkalan yang tidak tertangani berpotensi menjadi ancaman laten, terutama di tengah intensitas hujan yang kian tidak menentu. Tanpa intervensi yang sistematis, kejadian serupa berisiko terulang dengan dampak yang lebih luas.

(DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *