Jember – Pelita Jagat News, 30 Oktober 2026. Tanah longsor terjadi di Dusun Krajan, Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut kurang lebih sekitar 10 jam. Longsor menggerakkan empat rumah warga dan berpotensi memutus akses transportasi darat apabila retakan tanah terus meluas.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember melakukan asesmen lokasi longsor pada Kamis (29/10/2026). Asesmen berlangsung pukul 10.00 hingga pukul 14.00 WIB di RT 008/RW 003, Dusun Krajan, Darungan.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Qoidul Umam, mengatakan, longsor pertama terjadi pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa itu terjadi setelah hujan dengan durasi kurang lebih sekitar 10 jam mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (27/10/2026).
“Pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB kembali terjadi hujan yang kemudian menyebabkan longsor kedua,” ujar Umam berdasarkan hasil asesmen BPBD Jember, Kamis (29/10/2026).
Menurut dia, longsoran memiliki dimensi sekitar 35,4 meter panjang, 13,5 meter lebar, dan 12,4 meter tinggi. Volume material yang terdampak diperkirakan mencapai 5.925,96 meter kubik.
Longsor menyebabkan kerusakan pada jalan setapak sepanjang sekitar lima meter. Tanah yang longsor merupakan aset milik Desa Darungan. Selain kerusakan fisik, terdapat kebutuhan biaya untuk membersihkan material longsoran dan memperbaiki jalan setapak.
BPBD juga menemukan bagian tanah yang masih retak dan menggantung. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu longsor susulan, terutama ketika hujan kembali turun.
“Retakan tanah berpotensi meluas pada pondasi yang menopang struktur jembatan komposit di sisi timur longsoran,” kata Umam.
Jika kondisi tersebut memburuk, akses transportasi warga RT 7, RT 8, dan RT 9/RW 03, menuju RT 9/RW 03 maupun sebaliknya dapat terputus.
Ancaman juga mengarah pada empat rumah dengan total 19 jiwa. Keempat rumah tersebut masing-masing milik Holili yang dihuni empat jiwa, Ponaji enam jiwa, Mislan Hadi enam jiwa, dan Nimon tiga jiwa.
Rumah Holili menjadi bangunan yang paling berpotensi terdampak karena hanya berjarak sekitar lima meter dari lokasi longsoran.
Untuk mengantisipasi longsor susulan, TRC BPBD Jember telah memasang tiga terpal berukuran 4×6 meter di atas area longsoran. BPBD juga berkoordinasi dengan perangkat Kecamatan Tanggul dan Desa Darungan serta melakukan pendataan kondisi wilayah terdampak.
Sementara itu, masyarakat secara swadaya membuat jalan alternatif dengan membongkar kandang ayam milik Holili agar akses warga tetap dapat dilalui.
Kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di lokasi tersebut pada 19 Mei 2025.
BPBD Jember merekomendasikan penanganan lebih lanjut oleh Dinas PUPR Kabupaten Jember dengan berkoordinasi bersama Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur. BPBD juga merekomendasikan Dinas PRKPLH melakukan penanaman pohon untuk memperkuat dan menahan tanah di sekitar area longsoran.
Camat Tanggul dan Kepala Desa Darungan diminta memberikan sosialisasi kepada warga yang rumahnya berpotensi terdampak agar sementara mengungsi dari lokasi rawan.
Warga juga diimbau tidak melintasi di sepanjang area longsoran dan tidak melewati jembatan saat hujan turun.
“Tim Jitupasna masih melakukan perhitungan kerusakan dan kerugian akibat kejadian ini,” ujar Umam.
(Dang)
