Sukabumi – Pelita Jagat News. Kabupaten Sukabumi tak pernah habis menyajikan pesona alam dan potensi daerah yang memikat. Di antara gugusan perbukitan Kecamatan Gunungguruh, terdapat sebuah desa yang kini tengah bersolek menuju kemandirian ekonomi berbasis lingkungan. Desa Kebonmanggu, sebuah kawasan yang menyimpan potensi luar biasa, mulai memantapkan langkahnya sebagai pelopor desa wisata berkelanjutan di Jawa Barat.
Dengan memadukan keindahan ekowisata, kesuburan sektor pertanian, serta produktivitas peternakan, Desa Kebonmanggu menawarkan model pembangunan desa yang selaras dengan alam dan bertumpu pada kekuatan masyarakat lokal.
Salah satu magnet utama Desa Kebonmanggu adalah Ekowisata Bukit Karangpara. Destinasi wisata alam ini menyuguhkan bentang alam pedesaan yang asri dari ketinggian. Wisatawan yang berkunjung akan dimanjakan oleh embusan angin segar dan pemandangan hijau yang membentang sejauh mata memandang.
Yang membuat Bukit Karangpara benar-benar istimewa adalah kehadiran formasi bebatuan karang unik yang tersebar alami di area bukit. Di antara gugusan batu tersebut terdapat formasi ikonik yang menyerupai bentuk masjid dan hiu. Keunikan geologis ini menjadi daya tarik swafoto (selfie) yang sangat populer sekaligus menjadi laboratorium alam bagi para pencinta geologi.
Pemerintah desa bersama masyarakat terus berbenah dengan menambah berbagai fasilitas penunjang, mulai dari gardu pandang yang aman, jalur trekking yang nyaman, hingga area kuliner yang menjajakan produk-produk lokal.
Selain pesona wisatanya, Desa Kebonmanggu dikaruniai tanah yang sangat subur. Mayoritas penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi urat nadi perekonomian desa.

Komoditas unggulan seperti padi tumbuh subur di area persawahan yang tertata rapi. Tidak hanya itu, sektor perkebunan desa ini juga menghasilkan berbagai varietas buah-buahan segar dan sayur-mayur berkualitas tinggi yang rutin memasok kebutuhan pasar lokal Sukabumi hingga ke luar daerah.
Sinergi antara petani tradisional dan penerapan teknologi pertanian berkelanjutan yang didorong oleh penyuluh lapangan menjadi salah satu kunci keberhasilan melimpahnya hasil bumi di desa ini.
Melihat potensi lahan yang luas dan ketersediaan pakan hijau yang melimpah, sektor peternakan kini mulai dilirik sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi warga Kebonmanggu.
Pemerintah desa terus mendorong pengembangan berbagai jenis ternak bernilai ekonomi tinggi, seperti sapi, kambing, dan unggas. Melalui pembinaan kelompok ternak, masyarakat mulai memahami cara pengelolaan ternak yang modern, higienis, dan memiliki nilai jual tinggi, sehingga mampu menjadi sumber pendapatan alternatif yang menjanjikan bagi keluarga di desa.
Keberhasilan pengembangan potensi Desa Kebonmanggu tidak lepas dari komitmen kuat Pemerintah Desa Kebonmanggu dan Kecamatan Gunungguruh. Menyadari bahwa kunci keberlanjutan berada di tangan masyarakat, pemerintah setempat secara konsisten mengusung konsep pemberdayaan masyarakat (community-based tourism).

Warga lokal tidak sekadar menjadi penonton, melainkan aktor utama dalam pembangunan desa. Mereka dilatih untuk mengelola homestay, menjadi pemandu wisata di Bukit Karangpara, mengolah hasil pertanian menjadi produk UMKM bernilai tambah, hingga mengelola limbah peternakan menjadi pupuk organik.
“Kami ingin Desa Kebonmanggu tumbuh menjadi desa wisata berkelanjutan yang mandiri. Keindahan alam dan kesuburan tanah ini adalah titipan yang harus kita kelola bersama demi kesejahteraan anak cucu di masa depan,” ujar perwakilan pemerintah setempat.
Dengan perpaduan keindahan Bukit Karangpara, suburnya lahan pertanian, serta semangat gotong royong masyarakatnya, Desa Kebonmanggu kini siap menyambut wisatawan dan berbagai pihak yang ingin merasakan langsung harmoni kehidupan pedesaan yang sesungguhnya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai paket wisata, kemitraan produk pertanian, atau investasi pemberdayaan di Desa Kebonmanggu, masyarakat dapat menghubungi Kantor Pemerintahan Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.
(MP)





