Jember – Pelita Jagat News, 3 November 2026. Seorang perempuan berusia 45 tahun berinisial Sun terpaksa mencuri tiga kantong beras di sebuah minimarket di perumahan di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, karena kelaparan.
Pengentasan kemiskinan memang tak bisa berhenti hanya pada angka. Sun adalah warga Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, yang memiliki tiga orang anak dan kehilangan pekerjaan karena gudang tembakau tempatnya bekerja tak lagi buka. Tak ingin anak-anaknya kelaparan, Sun mencuri tiga kantong beras masing-masing 5 kilogram pada 25 Oktober 2026, di sebuah minimarket kawasan perumahan Bumi Tegal Besar.
Namun, aksinya tertangkap kamera pengawas. Dia pun dibekuk berdasarkan laporan dari pemilik minimarket. Namun, pemilik toko memastikan memaafkan Sun setelah mengetahui kondisi ekonominya.
“Jadi memang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kondisi pelaku ini bisa dibilang kurang mampu,” kata Inspektur Dua Danang Priswantoro, Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Kaliwates.
Kejadian tersebut mengejutkan Wakil Ketua DPRD Jember Widarto, yang mengunjungi rumah Sun yang sebagian besar terbuat dari bambu untuk memberikan santunan dan mengetahui persoalan yang dihadapi, Senin (2/10/2026) siang.
Dalam kesempatan itu, Sun menyampaikan kepada Widarto soal persoalan administrasi kependudukan yang dihadapinya.
“Jadi ibu ini meskipun sudah 14 tahun berpisah dari suaminya di Sumenep, tapi KTP dan Kartu Keluarganya masih domisili Sumenep. Padahal dia sudah menikah siri dengan warga Mumbulsari,” kata Widarto kepada awak media.
Kondisi yang dihadapi Sun, menurut Widarto, menunjukkan bahwa pekerjaan rumah untuk mengentaskan kemiskinan belum selalu kendati angka statistik terus menunjukkan perbaikan.
Data terbaru BPS menunjukkan pada rentang Maret 2025–Maret 2026, angka kemiskinan di Jember menurun dari 8,67 persen pada periode sebelumnya menjadi 8 persen. Ada penurunan absolut jumlah warga miskin sebanyak 15.990 jiwa, dari 216.760 jiwa menjadi 200.770 jiwa dari total populasi di Kabupaten Jember. Ini angka kemiskinan terendah selama sepuluh tahun,” kata Widarto.
Menurut Widarto, semua pihak tidak boleh tutup mata terhadap fakta banyaknya persoalan yang timbul akibat kemiskinan di Kabupaten Jember, termasuk salah satunya kriminalitas.
“Ini kemiskinan struktural, karena beliau sebetulnya juga ingin bekerja, tapi kemarin hanya bisa bekerja satu bulan saja,” kata Widarto.
Suami Sun bekerja di Bali, namun baru saja berangkat.
Dalam kesempatan itu, Widarto mengapresiasi pemerintah Kecamatan Ajung, bersama tim Wadul Gus’e yang merespons cepat persoalan tersebut.
“Sekali lagi, pelajaran bagi pemerintah Kabupaten Jember termasuk DPRD Jember, bahwa dengan segala prestasi yang ada, kita masih punya banyak PR,” katanya. (Dang)
