Headlines

Dua Desa di Kabupaten Sukabumi Terpilih Menjadi Percontohan “Smart Village” Dalam Program Desa Berdampak 2026

WhatsApp Image 2026 07 06 at 8.37.04 PM

Sukabumi – Pelita Jagat News. Kabupaten Sukabumi. Sebuah pencapaian membanggakan kembali diraih oleh wilayah Kabupaten Sukabumi dalam pengembangan desa berbasis teknologi dan pelayanan modern. Dua desa unggulan di wilayah ini resmi terpilih menjadi bagian dari program strategis Desa Berdampak 2026 yang digagas langsung oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri), sekaligus ditetapkan sebagai lokasi percontohan pengembangan konsep Smart Village atau Desa Cerdas.

Dari total 381 desa yang ada di seluruh Kabupaten Sukabumi, terpilihnya dua desa ini menjadi bukti nyata kesiapan dan potensi besar yang dimiliki oleh masyarakat serta pemerintah desa setempat untuk melangkah menuju digitalisasi dan efisiensi pelayanan publik. Kedua desa yang beruntung tersebut adalah:

  • Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug
  • Desa Kalapanunggal, Kecamatan Kalapanunggal

Pemilihan ini bukanlah hal yang mudah, mengingat kedua desa ini harus bersaing dan menyisihkan ratusan desa lainnya di Kabupaten Sukabumi untuk mendapatkan kepercayaan menjadi pelopor penerapan konsep desa cerdas di wilayah ini.
Tahapan Pelaksanaan Program

Saat ini, program Desa Berdampak 2026 untuk kedua desa tersebut telah memasuki tahap penting. Pada hari Rabu, 13 Mei 2026, telah dilaksanakan kegiatan penelitian serta sesi wawancara mendalam (in-depth interview) yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang krusial guna memetakan potensi, tantangan, serta kebutuhan spesifik masing-masing desa sebelum konsep pengembangan diterapkan secara menyeluruh.

WhatsApp Image 2026 07 06 at 8.37.04 PM 1

Sinergi Kolaborasi Multi-Pihak

Keberhasilan dan keberlanjutan program ini didukung oleh kerja sama yang kuat dan lintas sektor, melibatkan berbagai pihak dengan keahlian masing-masing:

  • Kementerian Dalam Negeri RI sebagai pihak penggagas dan penanggung jawab utama program secara nasional;
  • Tim akademisi Universitas Indonesia (UI) yang memberikan dukungan kajian ilmiah, riset, dan arahan pengembangan konsep;
  • Tim akademisi Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) yang turut serta mendampingi proses adaptasi konsep dengan karakteristik lokal;
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi yang dipimpin langsung oleh Ahmad Samsul Bahri, berperan sebagai koordinator dan penghubung antara pemerintah daerah dengan pemerintah desa serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Makna dan Harapan Program

Terpilihnya Desa Purwasari dan Desa Kalapanunggal menjadi langkah strategis yang sangat berharga. Melalui konsep Smart Village, kedua desa ini nantinya akan memelopori penerapan sistem digitalisasi dalam berbagai aspek kehidupan desa, mulai dari pelayanan administrasi kepada warga, pengelolaan data dan informasi, hingga pengembangan potensi ekonomi lokal berbasis teknologi.

Diharapkan, keberhasilan penerapan konsep di kedua desa percontohan ini nantinya dapat menjadi referensi serta disebarluaskan ke desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi. Sehingga secara bertahap seluruh desa di wilayah ini dapat semakin maju, memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, transparan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi. (Haddy Cader)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *