Headlines

Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Presiden Prabowo Siapkan Posisi Ketua Dewan Pengawas

WhatsApp Image 2026 07 22 at 10.12.49 AM

Jakarta – Pelita Jagat News. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, resmi menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan yang diemban dengan alasan kondisi kesehatan. Keputusan tersebut disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto setelah ia memutuskan menjalani pengobatan jantung di luar negeri untuk memperoleh second opinion.

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Rabu (22/7/2026), Nanik mengungkapkan bahwa keputusan tersebut bukanlah pilihan yang mudah. Ia mengaku harus mengutamakan pemulihan kesehatannya agar dapat kembali berkontribusi bagi negara.

“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini saya berangkat,” tulis Nanik.

Ia menegaskan, keputusan menjalani perawatan di luar negeri bukan berarti meragukan kualitas layanan medis di Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut semata-mata untuk mendapatkan pendapat medis kedua (second opinion) atas rekomendasi rekan yang telah lebih dahulu berpengalaman.

“Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju,” ujarnya.

Presiden Setujui Pengunduran Diri

Dalam keterangannya, Nanik menyampaikan bahwa dirinya telah meminta izin sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusan mundur dari jabatan Kepala BGN.

Menurut Nanik, Presiden menerima pengunduran dirinya dengan penuh pengertian setelah mempertimbangkan kondisi kesehatannya. Namun demikian, Prabowo tetap menginginkan pengalamannya dimanfaatkan untuk mengawal pelaksanaan program Badan Gizi Nasional.

“Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan Presiden akan membentuk Dewan Pengawas dan saya diminta menjadi Ketua Dewan Pengawas,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan struktur pengawasan baru di lingkungan Badan Gizi Nasional guna memperkuat tata kelola dan memastikan keberlanjutan berbagai program strategis yang sedang berjalan.

Tetap Mendukung Program Pemerintah

Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program nasional.

“Saya tetap berjuang dan mendukung Pak Presiden yang saat ini sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia,” katanya.

Menanti Keputusan Resmi Pemerintah

Hingga berita ini ditulis, pemerintah belum mengumumkan secara resmi pengganti Kepala Badan Gizi Nasional maupun pembentukan Dewan Pengawas sebagaimana disampaikan Nanik. Publik kini menantikan langkah Presiden Prabowo dalam memastikan kesinambungan kepemimpinan BGN, mengingat lembaga tersebut memegang peran penting dalam pelaksanaan program strategis pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.

Keputusan mengenai susunan kepemimpinan baru dan mekanisme pengawasan BGN diperkirakan akan menjadi perhatian, mengingat efektivitas lembaga tersebut sangat berpengaruh terhadap pencapaian target peningkatan kualitas gizi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

SP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *