Sukabumi – Pelita Jagat News. Sebanyak 24 sekolah dasar negeri dan swasta di wilayah Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, menggelar Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SD pada Sabtu, 25 April 2026. Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan karakter sekaligus seleksi peserta didik untuk melaju ke tingkat kabupaten.
Acara yang berlangsung di Gedung SD Negeri 1 dan 2 Purabaya tersebut diikuti antusias oleh para siswa. Delapan cabang lomba dipertandingkan dalam pentas ini, yakni Lomba Cepat Tepat PAI, Dai Cilik (Pildacil), Musabaqah Hifdzil Qur’an, Kaligrafi Islam, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), praktik shalat berjamaah, seni qasidah rebana, serta praktik adzan.
Pembukaan kegiatan dihadiri unsur Forkopimcam Purabaya, tiga orang pengawas SD Kabupaten Sukabumi, para kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat, serta wali murid. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman di lingkungan sekolah dasar.
Sekretaris panitia, Asep Sunandar, S.Pd.I, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pembentukan karakter siswa.
“Pentas PAI ini memang menjadi bagian dari seleksi menuju tingkat kabupaten, namun yang lebih utama adalah bagaimana kegiatan ini mampu menanamkan dan meningkatkan perilaku, moral, serta akhlak islami pada anak sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan guru PAI dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan nilai-nilai yang dilombakan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Senada dengan itu, Pengawas Pendamping SD, Kab.Sukabumi Wawan Endang, S.Pd, menegaskan bahwa Pentas PAI bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.
“Kegiatan ini harus menjadi momentum untuk membiasakan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari siswa. Apa yang dipelajari dan dilombakan di sini diharapkan benar-benar diterapkan, bukan hanya ditampilkan saat lomba saja,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius yang kuat, berakhlak mulia, dan mampu menjadi teladan di lingkungan masyarakat.
Sukma





