Headlines

Desa Pagelaran Raih Tiga Penghargaan HUT ke-81 RI, Bukti Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintahan Desa

WhatsApp Image 2026 08 18 at 12.04.08 PM

SUKABUMI — Pelita Jagat News. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, menjadi momentum membanggakan bagi Pemerintah Desa Pagelaran. Dalam rangkaian upacara peringatan kemerdekaan tersebut, Desa Pagelaran menerima tiga penghargaan atas capaian kinerja di tingkat wilayah dan kecamatan.

Desa Pagelaran berhasil meraih Juara III se-Wilayah V dalam Program Anugerah Mubarokah, sekaligus memperoleh peringkat I se-Kecamatan Purabaya dalam program tersebut. Selain itu, Desa Pagelaran juga meraih peringkat II se-Kecamatan Purabaya dalam pengumpulan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan diterima oleh Pemerintah Desa Pagelaran berupa piala, piagam penghargaan, serta sertifikat.

Menurut kepala Desa pagelaran Asep Gunawan, S.Pd.I, capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh masyarakat Desa Pagelaran untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga Desa Pagelaran semakin bersinar, bercahaya dan mubarokah. Prestasi yang kami raih ini bukan hasil karya pribadi, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Desa Pagelaran,” ujar Asep.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak semestinya dipandang sebagai keberhasilan individu maupun pemerintah desa semata. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang mendorong berbagai program desa dapat berjalan dan menghasilkan prestasi.

“Intinya, keberhasilan ini bukan keberhasilan saya pribadi, tetapi keberhasilan masyarakat Pagelaran. Mudah-mudahan ke depan Desa Pagelaran semakin bersinar, bercahaya dan mubarokah, sesuai dengan arahan Bapak Bupati Kabupaten Sukabumi,” tambahnya.

WhatsApp Image 2026 08 18 at 12.04.09 PM

Bukan Sekadar Seremonial Kemerdekaan

Di sisi lain, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga menjadi ruang refleksi bagi masyarakat agar semangat kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Tokoh pemuda yang juga Wakil Ketua BPD Desa Pagelaran, Haji Acep Juanda, menyampaikan apresiasinya terhadap capaian yang diraih desa tersebut.

Menurutnya, prestasi Desa Pagelaran menunjukkan bahwa pembangunan desa membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Ia berharap semangat gotong royong yang telah terbangun dapat terus dipertahankan.

“Saya sangat bangga dengan prestasi yang dicapai Desa Pagelaran. Di hari ulang tahun kemerdekaan ini jangan hanya sekadar seremonial. Mari kita sama-sama mengisi kemerdekaan dengan peradaban baru yang sesuai dengan norma dan budaya yang ada di kita,” ungkap Acep.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Pagelaran yang selama ini turut berpartisipasi dalam menyukseskan berbagai program pemerintahan desa.

Prestasi Harus Menjadi Evaluasi dan Motivasi

WhatsApp Image 2026 08 18 at 12.04.08 PM 1

Perolehan tiga penghargaan tersebut pada hakikatnya tidak hanya menjadi simbol keberhasilan, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja desa.

Capaian dalam pengumpulan PBB, misalnya, menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sebagai salah satu bentuk kontribusi terhadap pembangunan. Sementara penghargaan dalam Program Anugerah Mubarokah menjadi indikator bahwa kerja bersama antara pemerintah desa dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun tata kelola serta kehidupan sosial desa.

Di tengah tuntutan pembangunan yang semakin kompleks, penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Prestasi justru harus diterjemahkan menjadi pelayanan publik yang semakin baik, peningkatan partisipasi masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan warga.

Dengan semangat bersinar, bercahaya, dan mubarokah, Desa Pagelaran diharapkan mampu menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai titik penguatan komitmen untuk membangun desa secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat hari ini mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata, gotong royong, kepatuhan terhadap aturan, serta pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Sukma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *